Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati

Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati

Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati dari agen poker website Poker Online Indonesia, Poker Online dan Judi Poker .

Teman2, berikut ini sy jelaskan klarifikasi mengenai Xiao Mei Mei / Chen Mei Ling / Aling / Kania Ramadhani / Karina Ramadhani / Angel Pricilla Chandra atau entah siapa lg namanya berdasarkan info yg sy dapat.

Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati

Account Fb terdahulu berupa tulisan mandarin yg entah apa bacaannya, lalu berganti menjadi Xiao Mei Mei, kemudian account tsb didelete stlh ribut2 dgn banyak pihak. Kemudian buat account baru lg dgn nama Mozo D’shih Tzu yg bolak balik deactivated – active – deactivated – active- deactivated, kemudian skrg didelete. Sblmnya mengunfriend kemudian block account fb sy stlh tau sy mendatangi tmpt kosnya.

Perlu teman2 ketahui, sy melakukan ini semua bukan krn kepo semata, atau mau ikut campur urusan org lain. Kalau ada yg tanya brp besar sy dirugikan / ditipu oleh Mei? Tidak sepeserpun secara materi. Sy cuma ingin menghentikan sepak terjang Mei selama ini. Sudah brp banyak org yg dia catut namanya? Brp banyak org yg dia fitnah? Brp banyak orang yg terseret dalam masalah yg dia buat kemudian dia kabur begitu saja meninggalkan org yg diseret tsb dicaci maki dan dibully oleh bayak pihak? Brp banyak org yg sudah dia tipu? Kali ini mungkin orang lain yg dirugikan oleh Mei, tp lain waktu bisa saja giliran sy yg jd korban Mei. Who knows….

Kasus donasi banjir yg membuat mba Maria Muslimatul Aini terseret namanya sbg penipu, dianggap berkomplot dgn Mei membuat donasi utk kasus fiktif salah satu yg membuat saya memblow up info2 yg sy simpan selama ini. Knp ini penting buat sy? Krn sy mandang anjing2 rescue-an yg ada di Maria Stray Home. Krn manusia yg ribut2, anjing2 bisa jd korban. Sekian puluh anjing yg ditampung di Maria Stray Home, apa jdnya klo org percaya dgn hasutan Mei dan menganggap bahwa pengelolanya adlh penipu, suka membuat donasi fiktif, tukang fitnah sana sini, lalu org hilang kepercayaan, donatur enggan berdonasi krn merasa ditipu. Sekali lagi, anjing2 yg ditampung yg menjadi korban terparah, bukan hanya manusianya.

Asal muasal knp mba Maria sampai dianggap berkomplot dgn Mei membuka donasi banjir fiktif sampai skrg belum ada kejelasan, baik sy maupun mba Maria ga tau sama sekali. Kasusnya qta ga tau, uang jg mba Maria ga terima sepeserpun. Tau2 diserang berbagai omongan ga enak dan tuduhan2. Kalau ada teman2 di sini yg tau ceritanya atau merasa pernah dimintai donasi spt yg dimaksud, silakan beritahu.

Belum lg Mei menyebar cerita ke mana2 menyalahkan sy krn mendatangi rumah kosnya dan mengganggu privacynya. Sy mau tanya, adakah teman2 di sini yg pernah sy datangi hanya utk tujuan kepo korek2 informasi aja?? Silakan inbox sy klo ada. Sy ga kurang kerjaan cm utk datangin org tanpa tujuan, kerjaan sy uda cukup banyak, real life sy uda terlalu menyita banyak waktu, sy sudah terlalu sibuk mengurusi kehidupan pribadi sy tanpa harus cari kesibukan ga penting.

1. Rekening bank dgn 2 bukti transfer palsu.
Saat pertama kali Purin menghub mba Maria mengenai pembayaran yg blm masuk pdhal sudah diberikan bukti sms banking, sy minta utk menunggu krn transfer antar bank butuh waktu. Karena sy berpikir Mei transfer via BRI seperti yg biasa dia gunakan. Smp sekian hari belum masuk jg lalu mba Maria mengirimi screenshot bbm Mei dgn Purin yg berisi bukti transfer (terlampir) sy lgsg menghub pihak bank Mandiri krn transfer dilakukan Mandiri to Mandiri. Ternyata tidak ada transaksi senilai Rp 1.000.000 dr rekening tsb pd tgl yg tertera. Rekening tsb jg atas nama orang lain, yaitu Xxxxx Sihombing cab. pembukaan di Batam, Riau. No referensi transfer yg diberikan jg fiktif.

Bukti transfer kedua dr e-banking BRI (terlampir). Juga fiktif.

Mengenai rek BRI ini sebelum terjadi kasus dgn Purin sy pernah cek sendiri ke pihak bank. Kebetulan sy punya kenalan kepala di salah satu KCP BRI dan Mandiri. Saat itu Mei donasi utk 2 kasus dgn nominal Rp 1.000.000 dan Rp 500.000 ke dua org yg berbeda dan bukti transfer dia umbar ke mana2. Krn penasaran dan berpikir mungkin ini akan berguna di kemudian hari, sy cek ke bank. Sy hanya memberikan no rekening saja. Didapat info no rek tsb atas nama Karina Ramadhani dgn cab pembukaan di Kapten Muslim, Medan. Sy pastikan ulang ke bank klo setau sy rek tsb atas nama Chen Mei Ling (nama asli Xiao Mei Mei menurut dia), atau Kania Ramadhani spt yg pernah disebut namanya saat ribut2 bbrp bulan lalu. Bank meyakinkan, TIDAK. Rek tsb atas nama Karina Ramadhani, ga salah.

Sy makin curiga, tp info yg sy dapat tidak sy sebarkan ke mana2, hanya sy keep sndr dan mengamati pun hanya smbl lalu saja. Yg jelas sy ingat org pernah menyebut dia dgn nama Xiao Mei Mei, Chen Mei Ling, Kania Ramdhani, skrg nemu lg Karina Ramdhani. Yg mana nama dia yg sebenarnya?

2. Identitas pribadi.
Saat pertama kali masuk kos di kelapa gading, pemilik kos meminta copy KTP sbg prosedur baku utk keamanan dan Mei TIDAK bisa menujukkan KTP maupun identitas pribadi dia yg lainnya. Akhirnya pemilik kos mengijinkan dia tinggal di sana dengan membayar biaya kos lebih murah drpd penghuni lain krn Mei dtg dibawa oleh kakak pemilik kos, lagipula kasihan krn saat itu sudah malam dan mereka datang dlm keadaan basah kuyub kehujanan sewaktu di jalan (naik motor). Esoknya ditagih lg 2 lembar copy KTP, 1 utk pemilik kos, 1 lg utk RT. Lagi2 tidak bisa menunjukkan. Diminta akta kelahiran, ngakunya ga punya. Diberi ultimatum dalam 2×24 jam harus bisa menunjukkan KTP dan menyerahkan copynya atau akan dibw ke RT.

Diajak utk menemui RT, di sana dia cerita hal yg sama. RT memberi solusi agar ada pihak keluarga yg bisa memberi surat pernyataan mengenai jati diri orang ini dan surat keterangan dari wilayah tempat tinggal sebelumnya bahwa benar orang ini pernah tinggal di sana. Mei mengaku sebelumnya dia tinggal dgn kakak mamanya di Cimone. Pemilik kos dan RT setuju utk menunggu Mei mendapatkan surat pernyataan, namun sampai dia kena kasus dan keluar dr kos tidak satupun identitas maupun surat pernyataan yg bisa dia tunjukkan.

Pemilik kos meminta no telp tante Mei utk pegangan krn Mei tidak memiliki identitas. Bbrp kali ditagih surat pernyataan namun tidak direspon. Suatu kali Mei bbrp hari tidak pulang ke kos, pemilik kos sms ke tantenya dan menanyakan bbrp hal. Anehnya sms ke tantenya malah dibalas oleh Mei dgn jawaban persis sesuai poin2 yg ditanyakan oleh pemilik kos. Logikanya, kalau no hp itu milik tantenya knp Mei yg reply dgn balasan persis sesuai poin yg ditanyakan; bukannya “cici sms tante saya?” atau yg sejenisnya. Dari sanalah pemilik kos curiga kalau no hp tsb sebenarnya adalah no hp Mei sndr mengingat sepenglihatan dia Mei punya 3 HP.

3. Foto di profile pict fb Mei
Pasti banyak yg bertanya2, yg mana Mei yg sebenanrnya? Yg dulu atau di foto fb yg sekarang? Foto yg dulu sodara2. Yg dipampang dif b terakhir Mei adlh foto anak dari teman pemilik kos Mei di kelapa gading. Mei beralasan sengaja memasang foto tsb utk mengelabui orang2 yg masih mengincar utk membully dia krn kasus ribut2 yg sebelumnya. Semua pasti tau kan ribut2 apa yg dimaksud….Alkisah ibu Magda, pemilik kos Mei memiliki teman yg rumahnya masih dalam 1 kompleks hanya beda blok saja, sebutlah bernama ibu B. Ibu B punya anak bernama Tia atau Pia sy kurang jelas, ok sebutlah Tia. Tia, ibu 2 anak, sedang depresi krn masalah rumah tangga. Krn ibu B tau anak dan cucunya senang anjing dan Mei punya Mozo, dikenalkanlah Tia ke Mei. Mereka jd sangat akrab dlm waktu singkat. Tia sering ke tmpt kos Mei utk ngobrol, sekalian main2 dgn Mozo. Sebaliknya, Mei jg sering ke rumah Tia. Mereka sering pergi berdua ke mana2.

4. Kronologis pihak Purin (mas Jaka) mendatangi Mei untuk menagih pembayaran
**Mas Jaka, mohon koreksinya ya klo ada yg salah, krn sy cerita berdasarkan apa yg sy dengar dr ibu Magda.**

Mas Jaka mendatangi tempat kos Mei krn brg pesanan memang diantar ke sana. Stlh order senilai Rp 918.000 diantar, Mei memberikan bukti transfer sms banking senilai Rp 1.000.000. ditunggu2 smp sekian hari namun uang tidak masuk2. Atm sudah dicek, buku tabungan jg sudah diprint. Sampai2 mas Jaka dipotong gaji oleh atasannya senilai orderan yg tidak dibayar oleh Mei. Jumlah yg besar, apalagi harus menghidupi keluarga.

Awalnya mas Jaka tidak mau menagih ke almt tsb, alasannya krn tidak enak. Kemudian sy minta bukti sms banking (seperti cerita di poin 1), sy sampaikan ke mba Maria kalau itu bukti transfer palsu, sebaiknya mas Jaka datang saja, tagih lgsg. Kalaupun ga ketemu Mei, hanya ada bu Magda, cerita aja sapa tau bu Magda bisa bantu. Akhirnya malam2 sepulang kerja mas Jaka datang dr Bekasi ke Kelapa Gading utk menagih. Dan benar, Mei tidak di tempat, hanya bisa cerita ke bu Magda.

Bbrp hari kemudian krn uang tidak jg masuk, Mei tidak bs dihubungi sama sekali, mas Jaka kembali datang ke rumah bu Magda. Kali ini berdua dgn temannya. Saat bu Magda masuk ke dalam rumah utk ganti pakaian, mas Jaka dan temannya menunggu di luar pagar. Dia melihat Mei naik motor dibonceng lewat di ujung jln tp ga jd belok ke arah rumah kos. Saat bu Magda keluar, mas Jaka cerita dan benar2 yakin klo itu adlh Mei. Bu Magda terpikir kalau yg membawa motor adlh Tia, berarti kemungkinan Mei saat itu ada di rumah Tia / ibu B. Bu Magda mengajak mas Jaka utk mendatangi rumah Tia, sedangkan temannya diminta utk tetap menunggu di depan rumah bu Magda kalau2 Mei datang.

Sesampai di rumah Tia, ibu B yg keluar. Beliau mengatakan Mei tidak ada di sana. Tapi mas Jaka melihat dgn jelas ada sandal jepit merah yg dipakai Mei dijejer di depan rumah ibu B. Dipaksa pun tetap tidak mau mengakui kalau Mei ada di dalam. Sampai bu Magda menjelaskan kalau Mei tidak memiliki identitas sama sekali dan menyembunyikan Mei sama dgn menyembuyikan penipu, bisa diancam dgn hukuman. Baru kemudian bu B mengijinkan bu Magda dan mas Jaka masuk ke dalm rumah. Benar saja, Mei ada di dalam kamar bersama Tia dan Mozo.

Mei masih berkelit dgn segala macam alasan. Salah satunya mengatakan kalau teman2 dog lovernya belum membayar sehingga dia belum bisa bayar ke pihak Purin. Mei pernah bilang ke bu Magda kalau pesanan nugget, sosis, dan daging segitu banyak akan dimasak utk acara Paskah. Kemudian ngomong lg kalau akan dimasak utk teman2nya yg ikut kampanye Stop Dog Meat tgl 5 April kmrn. Nyatanya tidak dimasak utk siapa2, Cuma dimakan sendiri bersama Mozo, juga ga dtg ke cfd 5 April. Setelah diberitahu kalau bukti sms banking Mandiri adlh palsu, Mei memberi bukti transfer dr BRI a/n Karina Ramadhani. Mas Jaka minta cash krn sudah kapok dibohongi, tp Mei blg ga punya uang cash. Sebagai jaminan mas Jaka menahan iphone made in china milik Mei yg nantinya stlh uang masuk akan dikembalikan lg. Akhirnya Mei mengirim foto struk transferan via ATM senilai Rp 1.000.000 utk membayar orderan ke Purin bbrp hari kemudian. Kali ini uangnya benar2 masuk.

5. Status tempat tinggal Mei.
Sebelumnya Mei tinggal di kos di seberang apartemen Pesona Bahari, Mangga Dua (alamat lgkp sy keep). Entah ini sebenarnya kos siapa, tp diaku mei sbg tempat tinggal sementara dia dgn suaminya, Reyn. Ada 4 orang teman yg pernah dtg krn diundang sendiri oleh Mei. Shihtzu bernama Mozo yg tdnya sy pikir fiktif, anjing dr google yg diaku2 sbg miliknya, ternyata benar ada. Hanya ada Mei dan Mozo, suaminya sedang di toko.

Kemudian Mei pindah ke kelapa gading, tinggal di rumah milik keluarga suaminya. Rumah ini yg saya datangi (almt sy keep jg). Sy bertemu dgn pemilik kos dan beliau bercerita banyak hal yg bertolak belakang dgn apa yg selama ini Mei gambarkan. Sy pastikan ulang apakah rumah ini rumah keluarga suami Mei? Belian menegaskan: BUKAN. Ini rumah milik dia sendiri yg digunakan utk kos dgn 4 kamar dan TIDAK ADA hubungan keluarga sama sekali dengan Mei maupun suaminya.

Saat saya datang ke rumah kos tsb Mei sudah 2 hari ga pulang. Dia pergi bersama Mozo dan membawa ransel kecil. Barang2 yg lain masih di kamarnya dan kunci kamar diminta oleh bu Magda, sbg jaminan kalau sewaktu2 Mei datang diam2 dan kabur begitu saja, sementara bu Magda tidak tahu Mei membuat masalah dgn siapa saja dan siapa lagi yg akan datang mencari Mei.

6. Status hubungan Mei.
Ke bbrp orang, Mei mengaku (mendadak) menikah dgn seorang laki2 yg baru dikenal. Jd suatu sore Mei sedang feeding stray di daerah JakBar kemudian ada seorang laki2 yg terpesona oleh kecantikannya, ngajak kenalan, lalu ngajak nikah malam itu juga. (Gila…dia pikir nikah ga usah pake surat2 apa? Yakali klo nikahnya bawah tangan kolong meja). Sy ketemu Mei tgl 21 Feb, dia nikah sktr 19 ato 20 Feb, sy ga gt inget. Menurut Mei suaminya punya bisnis, toko di bbrp tempat yg menjual barang2 elektro. Sangat kaya. Dia membangun bisnis bersama pacarnya yg saat itu sdh menjadi mantan, Fera. Sementara mereka kos dulu di daerah Mangga Dua supaya dekat dgn lokasi toko dan sehari2 naik motor. Hellooow….where is ur luxurious car darling? Tanya kesana kemari mengenai rumah krn akan dibelikan rumah dgn budget minimal Rp 5 M (ember mungkin yg dimaksud). Tanya jg enaknya bisnis apa ya krn dimodali bisnis oleh suaminya minimal Rp 100.000.000. Sy dengernya cm ngikik ala kuda lumping

Info yg sy dapat, Reyn ini (nama lengkap sy keep) memang benar punya toko di sktr Mangga Dua (alamat lengkap sy keep). Tgl 21 sebelum Mei dtg, sy sempat telp suaminya dan menanyakan soal Mei. Jawabannya seperti ngambang, banyakan haha hehe, disuru tanya ke Mei langsung. Mei kebakaran jenggot stlh tau ada org yg telp suaminya. Mei ga tahu kalau yg telp adlh sy. Dia merasa spt korban yg selalu diganggu privacynya oleh orang lain dan ga membiarkan dia hidup tenang. Ok then.

Ke semua orang dia mengaku Reyn adlh suaminya dan skrg sedang hamil. Hebat, br nikah dan lgsg tahu kalau hamil hanya dlm 3 minggu. Sedangkan alat test pack aj msh kesulitan mendeteksi kehamilan yg berusia di bawah 4 minggu krn kadar hCG-nya masih rendah (cmiiw).

Tapiii…ke bu Magda Mei mengaku kalau Reyn (baca: rein), yg dikenal oleh bu Magda sbg Ryan (baca: rayen) adalah pacarnya.

Menurut pengakuan bu Magda, seringkali Mei dijemput oleh pria yg bergonta ganti. Berangkat sore, pulang tengah malam. Seperti itu rutinitasnya. Tidak terlihat bekerja, bisnis, atau punya punya sumber penghasilan yg jelas. Sehari2 hanya makan tidur di rumah, kalau tidak dijemput utk diajak keluar.

7. Asal usul Mei
Teman2 pasti sudah banyak yg tau kan mengenai asal usul Mei (menurut dia sendiri)? Besar di S’pore, tinggal di sana, keluarganya punya café sekian banyak di S’pore dan Thailand. Pernah keliling dunia ke Negara manapun, kecuali New Zealand. Baru dtg ke Indo blm smp 3 bulan (ngomongnya pas Feb kmrn) jd hrs kursus bhs Indo dl krn belum lancar.

Pernah sy tanya, S’pore-nya di mana tinggalnya? Jawabnya: banyak. Sy kejar lg, iya… plg lama di mana krn aku jg prnh lumayan lama di sana? Akhirnya dia blg: uuuumm di Jurong (oooww maksut ngana tingggal di Jurong bareng burung2 di sangkar?) ***kemudian gw lanjut nyanyi lagunya Panbers – Burung Dalam Sangkar***

Pernah lain hari sy bbm ngajak “Party yuk di Boracay” Lgsg dia jawab “hayuk, jam brp?” Bukannya nanya uda beli tiket apa blm, pswt jam brp, nginep di mana, uda booking hotel apa blm? (Hellooowww…ngana pikir pegi ke Boracay kek pegi ke PIK apa?) Katanya pernah keliling duniaaaaa….

Cerita sebenarnya menurut bu Magda (berdasarkan cerita Mei): Mei lahir di Medan, usia 25 th. Orang tuanya sudah bercerai sejak kecil dan dia diasuh oleh neneknya yg ekonominya pas2an. Sejak 3 th lalu datang ke Jakarta dan tinggal di rumah kakak mamanya di Cimone. Tapi sepupunya yg kerja di Malaysia dan pulang setahun sekali tidak menyukai keberadaan Mei di sana. Jd setiap sepupunya pulang ke Indo, rata2 sktr sebulan, Mei selalu terusir dan harus cr tmpt tggl lain utk sementara. Di Cimone dia bantu tantenya jualan makanan spt kue-kue, siomay.

Bu Magda pun ga jelas Mei bisa kenal dgn kakaknya dr mana dr kakaknya diam saja. Kakaknya ini jg baru pertama dan sekali itu ketemu Mei. Mei tiba2 datang ke rumah kakak bu Magda pagi2. Di rumah ada anak dan PRT tp PRT tidak berani membukakan pintu krn merasa tidak kenal. Mei dan Mozo menunggu di depan rumah kakak bu Magda sejak pagi smp sktr jam 6 sore saat kakaknya pulang. Di situlah mereka pertama kali bertemu. Selama tinggal di rumah du Magda, kakaknya ini tidak pernah datang lg.

BACA JUGA :
PokerAce77 Poker Online, Poker Indonesia, Poker Online Indonesia, Judi Poker

Demi ketenangan dan keamanan, bu Magda meminta Mei membuat surat pernyataan kalau rumah itu bukanlah rumah keluarga suaminya dan tidak bertanggung jawab thdp hutang piutang Mei (surat pernyataan terlampir). Lagi tanpa identitas asli dan muncul nama baru yaitu Angel Pricilla Chandra.

Sudah….cukup 7 poin aj, krn sy suka angka 7. Moga2 ga nambah, krn klo nambah hrs jd 11 poin. Krn sy suka angka 11 juga

Demikian yg bisa sy sampaikan. Kalau ada yg masih merasa ragu atau kurang jelas dgn apa yg sy sampaikan di atas, yuk ketemu, qta ngopi bareng smbl ngobrol2. Sy punya bukti sebagian rekaman pembicaraan dgn bu Magda. Klo mau ketemu dgn bu Magda dan denger cerita lgsg, ybs jg sdh bersedia koq. Tp sekaligus ya, jgn satu persatu dtg, kasian keganggu nanti.

Sekali lagi mohon maaf kalau sy smp harus menyebut nama atau ada pihak2 yg tidak berkenan dgn apa yg sy buka di sini. Terpaksa sy lakukan demi kebenaran, drpd menutup2i malah semakin banyak korban dan kekisruhan yg dia buat. Semoga sepak terjangnya ga berlanjut lg

Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei - Chen Mei Ling - Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati
Kasus Xiao Mei Mei – Chen Mei Ling – Kania Ramadhani Dog Lovers Hati-Hati

Baca Juga :

Berita Penipuan Profesional Yang Kerjasama dengan Telkomsel

Sidang Lanjutan Jessica Kumala Wongso dari Pegawai Olivier

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *